PENCEMARAN
LINGKUNGAN DAN UPAYA MENGATASINYA.
Berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alami, sehingga mutu kualitas
lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Faktor
faktor Penyebab Perubahan Lingkungan.
1. Faktor Alam.
Faktor yang dapat
menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi,angin topan,
kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan.
2.
Faktor Manusia.
Kegiatan manusia yang
menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, membuang limbah ( limbah rumah
tangga, industri, pertanian, dsb ) secara sembarangan, menebang hutan
sembarangan, dsb.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
- Jumlahnya melebihi jumlah normal.
- Berada pada waktu yang tidak
tepat.
- Berada di tempat yang tidak tepat.
Sifat polutan adalah :
- Merusak untuk sementara, tetapi
bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
- Merusak dalam waktu lama.
Contohnya Pb tidak
merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama,
Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN
v Punahnya Species
v Peledakan Hama
v Gangguan
Keseimbangan Lingkungan
v Kesuburan Tanah
Berkurang
v Keracunan dan
Penyakit
PLANET


1) Planet Merkurius
Merkurius merupakan planet paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya hanya
sekitar 57,8 juta km. Akibatnya, suhu udara pada siang hari sangat panas
(mencapai 4000C), sedangkan malam hari sangat dingin (mencapai -2000 C).
Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan planet ini tidak mempunyai
atmosfer. Merkurius berukuran paling kecil, garis tengahnya hanya 4.850 km
hampir sama dengan ukuran bulan (diameter 3.476 km). Planet ini beredar
mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode
revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 59 hari.
2) Planet Venus
Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi, yaitu sekitar 42
juta km, sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil
yang sangat terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi atau senja hari.
Venus sering disebut sebagai bintang kejora pada saat Planet Venus berada pada
posisi elongasi barat dan bintang senja pada waktu elongasi timur.
Kecemerlangan planet Venus disebabkan pula oleh adanya atmosfer berupa awan
putih yang menyelubunginya dan berfungsi memantulkan cahaya matahari.
Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer
yang sangat tebal terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat, sehingga pada
siang hari suhunya dapat mencapai 4770 C, sedangkan pada malam hari suhunya
tetap tinggi karena panas yang diterima tertahan atmosfer. Diameter planet
Venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai
jarum jam, dan periode revolusinya sekitar 225 hari.
3) Planet Bumi (The Earth)
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak
rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km, periode revolusinya sekitar
365,25 hari, dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit dengan arah
barat-timur. Planet bumi mempunyai satu satelit alam yang selalu beredar
mengelilingi bumi yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar 12.756 km
hampir sama dengan diameter Planet Venus.
4) Planet Mars
Mars merupakan planet
luar (eksterior planet) yang paling dekat ke bumi. Planet ini tampak sangat
jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali yaitu pada kedudukan oposisi.
Sebab saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi, sehingga merupakan
satu-satunya planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi dengan
mempergunakan teleskop, sedangkan planet lain terlalu sulit diamati karena
diselubungi oleh gas berupa awan tebal selain jaraknya yang terlalu jauh.
Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi, sehingga memungkinkan terdapatnya
kehidupan. Karena itu, para astronom lebih banyak menghabiskan waktu
mempelajari Mars daripada planet lain. Jarak rata-rata ke Matahari sekitar 228
juta km, periode revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasi sekitar
24 jam 37 menit. Diameter planet sekitar setengah dari diameter bumi (6.790
km), diselimuti lapisan atmosfer yang tipis, dengan suhu udara relatif lebih
rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars mempunyai dua satelit alam,
yakni Phobos dan Deimos.
|
|
5) Planet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya, diameter sekitar 142.600 km,
terdiri atas materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan
helium. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada
sumbunya dengan sangat cepat yakni sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode
revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet Jupiter mempunyai satelit alam yang
jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat
beberapa satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io
dan Europa.
|
|
6) Planet Saturnus

Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter, diameternya sekitar
120.200 km, periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan revolusinya sekitar
29,5 tahun. Planet ini mempunyai tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar
dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah
(diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000 km). Antara Cincin
Dalam dengan permukaan Saturnus dipisahkan oleh ruang kosong yang berjarak
sekitar 11.265 km. Planet Saturnus mempunyai atmosfer sangat rapat terdiri atas
hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet Saturnus mempunyai satelit alam
berjumlah sekitar 11 satelit, diantaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.
7) Planet Uranus

Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi.
Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49
menit. Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada planet ini searah
dengan arah datangnya sinar matahari, sehingga kutubnya seringkali menghadap ke
arah matahari. Atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium dan metana. Di luar batas
atmosfer, Planet Uranus terdapat lima satelit alam yang mengelilinginya, yaitu
Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata ke matahari
sekitar 2.870 juta km. Planet inipun merupakan planet raksasa yang sebagian
besar massanya berupa gas dan bercincin, ketebalan cincinnya hanya sekitar 1
meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.
8) Planet Neptunus
Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km, letaknya paling
jauh dari matahari. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode
revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48
menit. Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak
yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan Saturnus. Satelit alam yang
beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu Triton dan Nereid. Planet Neptunus
mempunyai dua cincin utama dan dua cincin redup di bagian dalam yang mempunyai
lebar sekitar 15 km.
Walaupun sekarang Pluto sudah tidak termasuk planet sebagai anggota tata
surya, tetapi tidak ada salahnya untuk diketahui demi menambah wawasan
pengetahuan. Pluto memiliki diameter sekitar 6.400 km, letaknya paling jauh
dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari yaitu sekitar 5.900 juta km.
Periode revolusinya sekitar 247,7 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar
153 jam. Jarak Pluto yang sangat jauh dari matahari mengakibatkan suhu planet
ini menjadi sangat dingin dengan tingkat kepadatan tinggi pula. Walaupun
demikian, Planet Pluto memiliki satu satelit alam yang mengelilingi planet itu
dalam jarak sekitar 17.000 km yang dinamakan Charon.
KOMET
Komet adalah benda
langit yang
mengelilingi
matahari
dengan
garis edar berbentuk
lonjong atau
parabolis atau
hiperbolis.
[1]
Kata "komet" berasal dari
bahasa
Yunani, yang berarti "rambut panjang".
[2]
Istilah lainnya adalah
bintang berekor[3]
yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan
bintang[3].
Orang Jawa menyebutnya sebagai
lintang kemukus karena memiliki ekor
seperti buah
kemukus
yang telah dikeringkan.
Komet terbentuk dari
es
dan debu.
[4]
Komet terdiri dari kumpulan
debu dan
gas
yang
membeku
pada saat berada jauh dari Matahari.
[1]
Ketika mendekati Matahari, sebagian
bahan penyusun komet
menguap membentuk
kepala gas dan
ekor.
[4]
Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem
tata surya.
[5]
Komet merupakan
gas pijar dengan garis edar yang
berbeda-beda.
[5]
Panjang "ekor" komet dapat mencapai
jutaan km.
[2]
Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar
angkasa daripada
planet.
[6]
Beberapa komet membutuhkan
ribuan tahun untuk
menyelesaikan satu kali
mengorbit Matahari.
[6]
Nama-nama Komet
PELAPUKAN
Pelapukan
adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau
dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi.
Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah
(soil). Kiranya penting untuk ketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan
batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian menjadi
tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Sebagian
dari mineral mungkin larut secara menyeluruh dan membentuk mineral baru. Inilah
sebabnya dalam studi tanah atau batuan klastika mempunyai komposisi yang dapat
sangat berbeda dengan batuan asalnya. Komposisi tanah tidak hanya tergantung
pada batuan induk (asal) nya, tetapi juga dipengaruhi oleh alam, intensitas,
dan lama (duration) pelapukan dan proses jenis pembentukan tanah itu sendiri.
Di alam pada umumnya ke tiga jenis
pelapukan (fisik, kimiawi dan biologis) itu bekerja bersama-sama, namun salah
satu di antaranya mungkin lebih dominan dibandingkan dengan lainnya. Walaupun
di alam proses kimia memegang peran yang terpenting dalam pelapukan, tidak
berarti pelapukan jenis lain tidakpenting. Berdasarkan pada proses yang dominan
inilah maka pelapukan batuan dapat dibagi menjadi pelapukan fisik, kimia dan
biologis. Pelapukan merupakan proses proses alami yang menghancurkan
batuan menjadi tanah. Jenis pelapukan:
- Pelapukan biologi: merupakan pelapukan yang disebabkan
oleh makhluk hidup. contoh: tumbuhnya lumut
- Pelapukan fisika: merupakan pelapukan yang disebabkan
oleh perubahan suhu atau iklim .contoh : perubahan cuaca
- Pelapukan kimia: merupakan pelapukan yang disebabkan
oleh tercampurnya batuan dengan zat - zat kimia . contoh: tercampurnya
batu oleh limbah pabrik yang mengandung bahan kimia
Dalam kehidupan sehari-hari, proses
pelapukan sering terjadi. batu kecil yang terus ditetesi oleh air hujan maupun air biasa lama kelamaan
akan melapuk dan menjadi tanah. peristiwa itu sering disebut dengan pelapukan fisika. batu yang ditumbuhi lumut lama kelamaan
akan pecah dan hancur. peristiwa tersebut sering disebut pelapukan biologi.Dan masih
banyak lagi contoh-contoh pelapukan.
GALAKSI
Galaksi
adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya
gravitasi
yang terdiri atas
bintang
(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain
bintang neutron dan
lubang
hitam), gas dan
debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi
hipotetis yang dikenal dengan
materi
gelap.
[1][2] Kata
galaksi berasal dari bahasa Yunani
galaxias [γαλαξίας], yang berarti
"susu," yang merujuk pada galaksi
Bima Sakti
(
bahasa
Inggris:
Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari
galaksi kerdil dengan
sepuluh juta
[3] (10
7)
bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun
[4] (10
12)
bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi.
Matahari adalah
salah satu bintang di galaksi
Bima Sakti;
tata surya
termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari.

Kemungkinan
terdapat lebih dari 100 miliar (10
11) galaksi pada
alam semesta teramati.
[5] Sebagian
besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000
[4] parsec dan biasanya
dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec).
[6]
Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari
satu
atom per
meter kubik. Sebagian besar
galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk
kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster.
Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam
alam
semesta.
[7]
Meskipun belum dipahami secara menyeluruh,
materi
gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari
massa sebagian besar
galaksi. Data pengamatan menunjukkan
lubang hitam
supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua)
galaksi.
MACAM-MACAM
GALAKSI

Jenis
galaksi Eliptikal adalah jenis galaksi yang
diperkirakan mempunyai bentuk ellipsoidal dan terlihat lembut karena terang nya
cahaya antar bintang, hampir keseluruhan bentuk fisik nya rata dan terang.
Morfologi dari galaksi eliptikal ternyata sangat bermacam-macam mulai dari yang
berbentuk hampir bulat seperti eplisoidal hingga hampir berbentuk datar. Dengan
beraneka macam nya bentuk yang ada, hal ini ternyata sangat mempengaruhi jumlah
dari banyak nya bintang yang ada didalam sebuah galaksi. Mulai dari ratusan
juta bintang hingga lebih dari satu trilyun bintang. Klasifikasi morfologi
eliptikal ini telah diklasifikasikan oleh Edwin Hubble dalam skema klasifikasi
Hubble. Contoh dari jenis Eliptikal galaksi adalah M32, M49 dan M59.
Klasifikasi Skema Hubble pada
Galaksi Eliptikal
Jenis Galaksi Spiral adalah jenis galaksi yang terdiri atas pusaran bintang dan
medium antar bintang dimana pada garis tengah nya atau pusat galaksi terdiri
dari bintang bintang yang berumur sangat tua. Dilihat dari bentuk nya, galaksi
berjenis spiral mempunyai lengan yang cerah disetiap sisinya. Dalam klasifikasi
skema hubble jenis spiral galaksi diberi daftar dengan kode S(Spiral) dan SB
(Barred Spiral) tergantung dengan bentuk lengan nya kemudian diikuti huruf
abjad yang mengindikasikan tingkat kerapatan antar lengan spiral dan tonjolan
pada pusat galaksi. Seperti hal nya sebuah bintang beserta planet-planet nya,
lengan spiral galaksi selalu memutari pusat dari galaksi dengan kecepatan
relatif konstan meskipun waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi nya sangat
lama. Lengan spiral merupakan daerah pada bagian galaksi yang paling padat
materi atau sering disebut “Densiy Waves”. Dibagian inilah grafitasi antar
bintang mulai merapat sehingga semakin nampak lengan spiral dari sebuah galaksi
maka semakin banyak pula jumlah bintang-bintang dan dibagian inilah tempat
dilahirkannya bintang-bintang muda. Contoh dari Galaksi jenis spiral adalah M31
(andromeda), M33 (triangulum) dan M51 (Whirlpool)
Klasifikasi Hubble pada Galaksi
Spiral dan Barred Spiral
Jenis galaksi tak beraturan. Jenis galaksi tak beraturan yang dimaksud adalah jenis
galaksi yang bentuk nya bukan eliptikal maupun spiral. Pada jenis galaksi ini bentuk
dari galaksi sangat bermacam-macam ada yang disebut “Dwarf” Galaksi atau
galaksi cebol yang dikarenakan besar galaksi ini lebih kecil dari galaksi pada
umumnya, Ring Galaksi yaitu galaksi yang bentuk nya seperti cincin yang mana
ditengahnya ada pusat dari galaksi dan Lentikular galaksi dimana Bentuk dari
galaksi ini merupakan perpaduan antara jenis Eliptikal dan Spiral. Contoh dari
jenis Dwarf Galaksi adalah M110, Ring Galaksi adalah Objek Hoag dan Lentikular
galaksi adalah NGC 5866.HG
(Referensi: en.wikipedia.org)
Contoh Jenis Galaksi Eliptikal
0 komentar: